Tampilkan postingan dengan label Instalasi LAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Instalasi LAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

DNS

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
    sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
 

Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.
 

Jumat, 15 April 2011

Konfigurasi DHCP Server pada Ubuntu

Kemarin ada teman yang meminta tolong untuk membuat server DHCP, kalau pengalaman sih dengan FreeBSD, setelah ditanya ternyata menggunakan linux ubuntu, ya ok lah ndak papa, Pada prinsipnya Server DHCP akan memberikan IP ke client. Konfigurasi DHCP server memiliki 2 metode yang digunakan, pertama Address Poll yang berarti menyiapkan reantang ip tertentu yang siap dipakai oleh Client DHCP, IP address ini bersifat sementara artinya jika Client Restart atau Shutdown maka ketika nyala lagi akan meminta ip ke server dan mungkin akan mendapatkan ip address yang berbeda dengan sebelumnya. seangkan metode kedua, MAC Address yang berarti menggunakan identitas MAC Address dari Netword Card client DHCP, metode ini akan memberikan ip statis yang sudah di seting di server DHCP, sehingga IP client tidak akan berubah.

 
Install Server DHCP di Ubuntu

sudo apt-get install dhcp3-server

Peritah tersebut akan menginstall server DHCP di ubuntu, tidak repot kan.

Konfigurasi Server DHCP
Jika komputer ubuntu anda mempunyai 2 network card, anda pilih salah satu Network card yang digunakan untuk menerima permintaan Ip dari client, atau dalam satu LAN. kemudian anda buka file

Rabu, 13 April 2011

Instalasi dan Konfigurasi NFS


NFS memungkinkan mesin *nix lain untuk mount share folder / file untuk langsung di gunakan. Sangat mudah untuk di setup di Linux.
Pada Linux Ubuntu, instalasi NFS dapat dilakukan menggunakan
# apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Bila kita ingin mengijinkan user di komputer kita men-share folder melalui jaringan, kita perlu juga menginstalasi NFS untuk user menggunakan perintah
# apt-get install nfs-user-server
Setelah NFS terinstall, kita dapat menstart NFS server menggunakan perintah
# /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
Untuk melakukan double cek apakah NFS benar-benar berjalan, kita dapat mencek portmapper menggunakan perintah
# rpcinfo -p | grep nfs
hasilnya kira-kira adalah sebagai berikut
# rpcinfo -p | grep nfs
    100003    2   udp   2049  nfs
    100003    3   udp   2049  nfs
    100003    4   udp   2049  nfs
    100003    2   tcp   2049  nfs
    100003    3   tcp   2049  nfs
    100003    4   tcp   2049  nfs

Konfigurasi NFS Server

NFS: Konfigurasi Server

Pendahuluan

Network File System (NFS) merupakan salah satu layanan jaringan yang banyak digunakan. NFS memungkinkan client untuk menempelkan harddisk yang ada di jaringan.

Skenario

Dalam skenario ini kita akan menempelkan harddisk yang ada di linuxconfig.org (IP address 10.1.1.200) ke client IP address 10.1.1.100).

Persyaratan

Install NFS
apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Pastikan mesin kita mendukung NFS ketik
$ cat /proc/filesystems 
keluar
nodev     nfs
nodev     nfs4
nodev     nfsd

Konfigurasi NFS Client

NFS: Konfigurasi Client

Install paket
apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Cara mount
mount ip-address-server:/folder/share /folder/lokal
mount -t nfs ip-address-server:/folder/share /folder/lokal
mount.nfs ip-address-server:/folder/share /folder/lokal

contoh yang agak rumit

  • Asumsi Server NFS 192.168.0.1
  • Nama Folder /album /iso /media /library /backup /repository /public

mkdir /mnt/album
mkdir /mnt/iso
mkdir /mnt/media
mkdir /mnt/library
mkdir /mnt/backup
mkdir /mnt/repository
mkdir /mnt/public
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/album /mnt/album
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/iso /mnt/iso
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/media /mnt/media
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/library /mnt/library
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/backup /mnt/backup
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/repository /mnt/repository
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/Public /mnt/public

Pranala Menarik

  • NFS: Mempersiapkan Ubuntu Untuk NFS
  • NFS: Konfigurasi Server
  • NFS: Konfigurasi Client
  • NFS: Penggunaan nfswatch
Sumber : www.speedywiki.com

NFS

Network File System

Sistem berkas jaringan (Inggris: network file system disingkat NFS) adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813.
NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.
NFS dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
  • Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit (pada versi sebelumnya, hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja, sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
  • Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya, sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan NFS).
  • Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol lapisan transport UDP atau TCP (pada versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDP sehingga kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN)
  • Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap request yang dilakukan oleh klien.
NFS menggunakan arsitektur protokol jaringan berlapis (layered protocol) yang dibuat berdasarkan model referensi jaringan OSI, seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut.
Lapisan OSI
Protokol NFS
Physical Layer
Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Data-link Layer
Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Network Layer
Transport Layer
Session Layer
Remote Procedure Call (RPC) Protocol
Presentation Layer
Application Layer
Network File System (NFS) dan Network Information System (NIS)

Senin, 04 April 2011

Dynamic Host Configuration Protocol

Dynamic Host Configuration Protocol (DCHP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
Cara Kerja
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

Menginstall dan Konfigurasi DHCP Server di Ubuntu

DHCP Server merupakan sebuah layanan yang dapat memberikan alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien. Berikut ini merupakan langkah – langkah penginstallan dan Konfigurasi DHCP Server di Ubuntu (Ubuntu yang digunakan adalah Ubuntu 9.10) :

Senin, 07 Februari 2011

Captive Portal

Captive Portal adalah suatu teknik autentikasi dan pengamanan data yang lewat dari network internal ke network eksternal. Captive Portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik, hingga user melakukan registrasi. Biasanya Captive Portal ini digunakan pada infrastruktur wireless sseperti hotspot area, tapi tidak menutup kemungkinan diterapkan pada jaringan kabel.

Berikut cara kerja Captive Portal :  Pada saat seorang pengguna berusaha untuk melakukan browsing ke Internet, captive portal akan memaksa pengguna yang belum terauthentikasi untuk menuju ke Authentication web dan akan di beri prompt login termasuk informasi tentang hotspot yang sedang dia gunakan. Router / wireless gateway mempunyai mekanisme untuk menghubungi sebuah Authentication server untuk mengetahui identitas dari pengguna wireless yang tersambung, maka wireless gateway akan dapat menentukan untuk membuka aturan firewall-nya untuk pengguna tertentu.
A captive portal ternyata adalah sebuah Web browser ke dalam perangkat otentikasi.  Hal ini dilakukan dengan mencegat semua paket, terlepas dari alamat atau port, sampai user membuka browser dan mencoba untuk mengakses Internet.  Pada Saat itu browser ini dialihkan ke halaman web yang membutuhkan otentikasi, atau hanya menampilkan acceptable use policy dan meminta user untuk setuju.
Ada beberapa  cara untuk menerapkan captive portal.

Tools Hacking

Hack Macfiltering

Hack Macfiltering

Macfiltering digunakan oleh admin ajaringan untuk mengamankan jaringannya agar jaringan bisa diakses atau terkoneksi kejarigannya dengan mac addrres yang udah didaftarin pada router… Nah, hal ini sering dimanfaatkan dikampus2 atau diswalayan dan bahkan penyedia internet memanfaatkan ini sebagai salah satu security yang mereka gunakan. Contohnya saja dikampus di DTE UGM yang menerapkan security ini.

Mungkin tujuan siadmin adalah yang bisa internetan dikampus hanya anak2 DTE yang udah daftar mac address laptopnya. Nah, dengan begitu kita memanfaatkan hal ini untuk internetan dikampus dengan tanpa daftar.

Pertama check dulu mac addres kita dengan perintah “ifconfig” dilinux, sedangkan di windus “ipconfig” pada command promtnya (start > run > cmd > typre here “ipconfig”). Saya pratekin livenya di linux.

    bash-3.1# ifconfig
    eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:22:64:5c:11:60
    inet addr:192.168.1.158  Bcast:192.168.1.159  Mask:255.255.255.240
    inet6 addr: fe80::222:64ff:fe5c:1160/64 Scope:Link
    UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
    RX packets:22880 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:27541 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:1000
    RX bytes:23898079 (22.7 MiB)  TX bytes:3050629 (2.9 MiB)
    Interrupt:17

Haxk WPA-PSK

Tutorial Cracking WPA-PSK

Sebenarnya Tutorial ini sudah sangat basi bagi kaum backtrackers, tapi ini khusus ditujukan kepada newbie yang ingin tahu tentang cara menghacking jaringan infrastructure dengan encryp WPA-PSK..agar tidak ada pertanyaan yang di ulang2 seperti yang terjadi di [b]area pertanyaan pemula[/b]

semoga tutorial ini dapat membantu…

[list]
Sebagai informasi
Tutorial ini telah dipraktekan langsung oleh saya sendiri pada jaringan warnet yang merupakan punya teman saya dan atas sepengetahuan dia…
sengaja tidak ada yang di kaburkan supaya lebih dimengerti

1. Siapkan CD Live Backtrack n tentunya dengan partnernya n of course sebatang rokok agar lebih santai..
2. masuk ke dekstop dengan perintah ~# startx
3. buka konsole dan ketikkan perintah :~# ifconfig -a

Hack Proteksi HotSpot

Menjebol Proteksi HotSpot

Hari gini internet kabel ?

Seperti kita ketahui, HotSPOT atau tempat akses internet Wireless dengan standard 802.11b/g sudah bukan barang asing lagi ditelinga kita, dan bila kita berpergian di tempat publik seperti Mall, Cafe, hotel dan kantor, dengan mudahnya kita menemukan fasilitas tersebut.

Namun sangat disayangkan tidak semua penyedia layanan menawarkan fasilitas Internet Wireless dengan gratis, atau kalaupun gratis, sangatlah terbatas.

Salah satu proteksi yang digunakan penyedia layanan wireless adalah dengan membatasi akses internet berdasarkan MAC Address.

Hack Proteksi WEP

Menjebol Proteksi WEP

Ini adalah bagian kedua dari praktek Menjebol HotSpot. Jikalau pada artikel sebelumnya kita membahas bagaimana menembus batas proteksi MAC address, pada kali ini kita akan membahas bagaimana mendapatkan akses HotSpot yang menggunakan WEP (Wired Equivalent Privacy) Keys.

Alat yang kita butuhkan adalah :

1. Sebuah Laptop

2.Sebuah Wireless Adapter yang mendukung Mode Monitoring dan Injection.

3.Linux Live CD distro : Backtrack 2.0

Mengapa kita membutuhkan Laptop ? Tentu saja karena akses HotSpot biasanya diberikan untuk pengguna yang Mobile. Dan dengan laptop kita memiliki fleksibilitas yang tinggi pula.

Lalu apa yang dimaksud dengan Wireless Adapter yang mendukung mode monitoring dan injection ? Perlu anda ketahui, tidak semua Wireless Adapter yang ada dipasaran, maupun yang sudah built in dalam laptop, mendukung mode monitoring dan injection yang diperlukan untuk WEP hacking ini.

Yang perlu anda perhatikan adalah Chip dari Wireless Adapter anda. Chip terbaik dalam melakukan wireless hacking adalah Atheros dan Ralink. Namun Atheros adalah pilihan utama. Tidak banyak wireless adapter yang memiliki chip atheros di Indonesia, anda dapat mencari beberapa merk dibawah ini :

1. 3Com 3CRPAG175B

2.3Com 3CRXJK10075

3.DLINK DWL-G630 Rev C

4.Linksys WPC55AG

5.TrendNET TEW-441PC

6.TrendNET TEW-443PI

7.TP-LINK TL-WN610G

Pengaman Jaringan WIFI

Pengaman Jaringan WIFI

Jika menggunakan jaringan kabel biasa, tentu bisa dipastikan bahwa kabel yang digunakan tidak akan disadap secara fisik. Hal tersebut tidak bisa Anda lakukan pada jaringan wireless. Kita tidak bisa menjaga sesuatu yang Anda sendiri tidak bisa melihatnya, yaitu gelombang radio. Inilah yang membuat proses pengamanan jaringan wireless menjadi lebih sulit.Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan jaringan wireless. Memang, tidak ada yang bisa menjamin jaringan wireless akan 100% aman, namun setidaknya metode yang digunakan akan cukup efektif untuk mempersulit para penyusup untuk masuk ke dalam jaringan wireless. Ada beberapa trik terbaik yang dapat diimplementasikan dengan mudah untuk meningkatkan keamanan wireless ini. Dengan cara tersebut, jaringan wireless diharapkan akan menjadi lebih aman dari kemungkinan serangan para penyusup.

1. Memakai enkripsi.

Data dikirimkan melalui gelombang radio. Jadi, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin keamanan data. Bisa saja para penyusup menyadap semua data yang lewat, tentunya tanpa diketahui. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAP) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. WEP memang mempunyai beberapa lubang di keamanannya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk mengatur metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, AP tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan gunakan WEP dengan tingkat enkripsi yang lebih tinggi. Pada umumnya, device WLAN memiliki enkripsi WEP 40, 64, atau 128 bit. Perangkat yang lebih baru bahkan menyediakan tingkat enkripsi sampai 256 bit. Semakin tinggi tingkat enkripsi WEP yang Anda gunakan memang akan menjadikan jaringan semakin aman. Namun di sisi lain, tingkat enkripsi yang semakin tinggi juga akan memperlambat kinerja jaringan karena akan membebani AP/CPU dalam melakukan proses decrypt. Namun, apabila ada yang mencoba melakukan hacking, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. Pada umumnya, pilihan enkripsi WEP 128 bit (dipotong IV 24 bit menjadi 104 bit) merupakan kombinasi ideal untuk kecepatan dan keamanan.

Selasa, 25 Januari 2011

WPA, WPA2 dan WPA-PSK

WPA

WPA (bahasa Inggris: Wi-Fi Protected Access) adalah suatu sistem yang juga dapat diterapkan untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metoda pengamanan dengan WPA ini diciptakan untuk melengkapi dari sistem yamg sebelumnya, yaitu WEP. Para peneliti menemukan banyak celah dan kelemahan pada infrastruktur nirkabel yang menggunakan metoda pengamanan WEP. Sebagai pengganti dari sistem WEP, WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer 802.11i. Nantinya WPA akan lebih banyak digunakan pada implementasi keamanan jaringan nirkabel. WPA didesain dan digunakan dengan alat tambahan lainnya, yaitu sebuah komputer pribadi (PC).
Fungsi dari komputer pribadi ini kemudian dikenal dengan istilah authentication server, yang memberikan key yang berbeda kepada masing-masing pengguna/client dari suatu jaringan nirkabel yang menggunakan akses point sebagai media sentral komunikasi. Seperti dengan jaringan WEP, metoda enkripsi dari WPA ini juga menggunakan algoritma RC4.
Pengamanan jaringan nirkabel dengan metoda WPA ini, dapat ditandai dengan minimal ada tiga pilihan yang harus diisi administrator jaringan agar jaringan dapat beroperasi pada mode WPA ini. Ketiga menu yang harus diisi tersebut adalah:

    * Server
          o Komputer server yang dituju oleh akses point yang akan memberi otontikasi kepada client. beberapa perangkat lunak yang biasa digunakan antara lain freeRADIUS, openRADIUS dan lain-lain.
    * Port
          o Nomor port yang digunakan adalah 1812.
    * Shared Secret
          o Shared Secret adalah kunci yang akan dibagikan ke komputer dan juga kepada client secara transparant.

Setelah komputer diinstall perangkat lunak otontikasi seperti freeRADIUS, maka sertifikat yang dari server akan dibagikan kepada client.
Untuk menggunakan Radius server bisa juga dengan tanpa menginstall perangkat lunak di sisi komputer client. Cara yang di gunakan adalah Web Authentication dimana User akan diarahkan ke halaman Login terlebih dahulu sebelum bisa menggunakan Jaringan Wireless. Dan Server yang menangani autentikasi adalah Radius server.

Senin, 17 Januari 2011

Aplikasi WDS (Wireless Distribution System )

Wireless WDS

Wireless Distribution System (WDS) Memungkinkan Interconnection Beberapa Access Point Dalam Suatu Environment Wireless Network
Dengan Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan jaringan wireless dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone kabel jaringan untuk menghubungkan mereka, seperti cara tradisional. Keuntungan yang bisa kelihatan dari Wireless Distribution Systemdibanding solusi lainnya adalah bahwa dengan Wireless Distribution System, header MAC address dari paket traffic tidak berubah antar link access point. tidak seperti pada proses encapsulation misalnya pada komunikasi antar router yang selalu menggunakan MAC address pada hop berikutnya.
Suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address.
Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama. Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.
Wireless Distribution System (WDS) bisa juga direferensikan sebagai mode repeater karena dia bisa tampak sebagai Bridge dan juga menerima wireless clients pada saat bersamaan (tidak seperti system bridge tradisional). Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa throughput dalam metoda ini adalah menjadi setengahnya untuk semua clients yang terhubung secara wireless.
Wireless Distribution System (WDS) bisa digunakan dalam dua jenis mode konekstivitas antar Access point
  • Wireless Bridging dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.
  • Wireless repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)
Ada dua kerugian dalam system Wireless Distribution System (WDS) ini:
  • Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat. Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless dengan salah satu access point di router B, maka troughputnya adalah separuhnya, karena router B harus re-transmit informasi selama komunikasi antara dua belah sisi. Akan tetapi jika sebuah komputer dikoneksikan ke router A dan notebook di koneksi kan ke router B (tanpa melalui koneksi wireless), maka troughput tidak terbelah dua karena tidak ada re-transmit informasi.
Kunci inkripsi yang secara dinamis di berikan dan dirotasi biasanya tidak disupport dalam koneksi Wireless Distribution System (WDS). Ini berarti dynamic inkripsi WPA (Wi-Fi Protected Access) dan technology dynamic key lainnya dalam banyak kasus tidak dapat digunakan, walaupun WPA menggunakan pre-shared key adalah memungkinkan. Hal ini dikarenakan kurangnya standarisasi dalam issue ini, yang mungkin saja di selesaikan dengan standard 802.11s mendatang. Sebagai akibatnya cukuplah kunci static WEP dan WPA yang bisa digunakan dalam koneksi Wireless Distribution System, termasuk segala station yang difungsikan sebagai access point WDS repeater. Akan tetapi sekarang ini sudah banyak vendor yang telah engadopsi standard 802.11i dalam produk access point mereka sehingga WPA / WPA2 adalah standard keamanan koneksi mereka (setidaknya yang mereka claim).
Gambar dibawa ini adalah access point yang dihubungkan dengan WDS Link point-to-point.


WDS Point to Point - Diagram
Dengan Wireless Distribution System, anda bisa membangun infrastrucktur wireless tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge. Wireless Distribution System fitur memungkinkan kita membuat jaringan-2 wireless yang besar dengan cara membuat link beberapa wireless access point dengan WDS Links. Wireless Distribution System normalnya digunakan untuk membangun jaringan yang besar dimana menarik kabel jaringan adalah tidak memungkinkan, alias mahal, terbatas, atau secara fisik tidak memungkinkan untuk ditarik.


WDS Point to Multi Point
Gambar diatas ini adalah contoh konfigurasi WDS Link yang menghubungkan Point to multi point WDS Link. Sementara gambar dibawah berikut ini menggambarkan contoh diagram WDS Link yang berfungsi sebagai WDS Repeater.



Bridge mode


Untuk aplikasi bridge mode, wireless LAN biasanya digunakan untuk menghubungkan antar-LAN (LAN to LAN) yang saling terpisah karena jarak antar gedung tidak terlalu jauh (ratusan meter) maka wireless LAN dapat sebagai alternative solusi. Konfigurasi jaringan tersebut dilakukan dengan memakai 2 AP, satu sebagai AP dan pasangannya dilakukan sebagai AP clien.
Cara setting sebagai model bridge mode adalah
  •       Pilih AP sebagai fungsi bridge
  •    Dua AP yang digunakan sebagai bridge dimaksud harus dikonfigurasi dengan SSID dan channel frekuensi yang sama 



Baca selengkapnya...

Senin, 01 November 2010

Tabel Sprektrum Frekuensi

Spektrum elektromagnetik dibagi dalam berbagai klasifikasi antara lain : Low Frekuensi (LF), Medium Frekuensi (MF), High Frekuensi (HF), Very High Frekuensi (VHF), Ultra High Frekuensi (UHF), Super High Frekuensi (SHF), EHF, THF. Dimana untuk frekuensi dari 10 Khz – 10 Ghz merupakan batas yangdapat dilewati oleh gelombang radio, microwave, infra red ,dan ultraviolet. kemajuan teknologi telah mewujudkan beberapa media rangkaian yang melakukan proses transmisi data tanpa menggunakan wire atau lebih dikenal "wireless trasnmission". media tersebut adalah Spektrum Elektromagnetik (Electromagnetic Spectrum), Pemindahan Radio (Radio Transmission), Pemindahan Gelombang Mikro (Microwave Transmission), Pemindahan Gelombang Ringan (Lightwave Transmission) dan Gelombang Infra Merah serta Milimeter (Infrared and Milimeter Waves).

Tabel Sprektum Frekuensi

Senin, 25 Oktober 2010

Cable Tray

Cable Tray
In the electrical wiring of buildings, a cable tray system is used to support insulated electric cables used for power distribution and communication. Cable trays are used as an alternative to open wiring or electrical conduit systems. Cable trays are commonly used for cable management in commercial and industrial construction. Cable trays are especially useful where changes to a wiring system are anticipated, since new cables can be installed by laying them in the tray, instead of pulling them through a pipe.



Cable trays can be used in stores and dwellings



Conduit

Conduit

An electrical conduit is an electrical piping system used for protection and routing of electrical wiring. Electrical conduit may be made of metal, plastic, fiber, or fired clay. Flexible conduit is available for special purposes.

     Conduit is generally installed by electricians at the site of installation of electrical equipment. Its use, form, and installation details are often specified by wiring regulations, such as the U.S. NEC or other national or local code. The term "conduit" is commonly used by electricians to describe any system that contains electrical conductors, but the term has a more restrictive definition when used in wiring regulations.

     Early electric lighting installations made use of existing gas pipe to gas light fixtures (converted to electric lamps). Since this technique provided very good protection for interior wiring, it was extended to all types of interior wiring and by the early 20th century purpose-built couplings and fittings were manufactured for electrical use.