Tampilkan postingan dengan label Admin Server. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Admin Server. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

DNS Master Slave

Master (Primary) Name Servers

A Master DNS defines one or more zone files for which this DNS is Authoritative ('type master'). The zone has been delegated (via an NS Resource Record) to this DNS.
The term 'master' was introduced in BIND 8.x and replaced the term 'primary'.
Master status is defined in BIND by including 'type master' in the zone declaration section of the named.conf file) as shown by the following fragment.
// example.com fragment from named.conf 
// defines this server as a zone master
zone "example.com" in{
 type master;
 file "pri.example.com";
};
Notes:
  1. The terms Primary and Secondary DNS entries in Windows TCP/IP network properties mean nothing, they may reflect the 'master' and 'slave' name-server or they may not - you decide this based on operational need, not BIND configuration.
  2. It is important to understand that a zone 'master' is a server which gets its zone data from a local source as opposed to a 'slave' which gets its zone data from an external (networked) source (typically the 'master' but not always). This apparently trivial point means that you can have any number of 'master' servers for any zone if it makes operational sense. You have to ensure (by a manual or other process) that the zone files are synchronised but apart from this there is nothing to prevent it.
  3. Just to confuse things still further you may run across the term 'Primary Master' this has a special meaning in the context of dynamic DNS updates and is defined to be the name server that appears in the SOA RR record.
When a master DNS receives Queries for a zone for which it is authoritative then it will respond as 'Authoritative' (AA bit is set in a query response).
If a DNS server receives a query for a zone for which it is neither a Master nor a Slave then it will act as configured (in BIND this behaviour is defined in the named.conf file):
  1. If caching behaviour is permitted and recursive queries are allowed the server will completely answer the request or return an error.
  2. If caching behaviour is permitted and Iterative (non-recursive) queries are allowed the server can respond with the complete answer (if it is already in the cache because of another request), a referral or return an error.
  3. If caching behaviour is NOT permitted (an 'Authoritative Only' DNS server) the server will return a referral or an error.
A master DNS server can NOTIFY zone changes to defined (typically slave) servers - this is the default behaviour. NOTIFY messages ensure zone changes are rapidly propagated to the slaves (interrupt driven) rather than rely on the slave server periodically polling for changes. The BIND default is to notify the servers defined in NS records for the zone - except itself, obviously.
A zone master can be 'hidden' (only one or more of the slaves know of its existence). There is no requirement in such a configuration for the master server to appear in an NS RR for the domain. The only requirement is that two (or more) name servers support the zone. Both servers could be any combination of master-slave, slave-slave or even master-master.
If you are running Stealth Servers and wish them to be notified you will have to add an also-notify parameter as shown in the BIND named.conf file fragment below:
// example.com fragment from named.conf 
// defines this server as a zone master
// 192.168.0.2 is a stealth server NOT listed in a NS record
zone "example.com" in{
 type master;
 also-notify {192.168.0.2;};
 file "pri/pri.example.com";
};
You can turn off all NOTIFY operations by specifying 'notify no' in the zone declaration.
Example configuration files for a master DNS are provided.
up icon

Slave (Secondary) Name Servers

A Slave DNS gets its zone data using a zone transfer operation (typically from a zone master) and it will respond as authoritative for those zones for which it is defined to be a 'slave' and for which it has a currently valid zone configuration. It is impossible to determine from a query result that it came from a zone master or slave.

The term 'slave' was introduced in BIND 8.x and replaced the term 'secondary'.
There can be any number of slave DNS's for any given zone.
Slave status is defined in BIND by including 'type slave' in the zone declaration section of the named.conf file as shown by the following fragment.
// example.com fragment from named.conf 
// defines this server as a zone slave
zone "example.com" in{
 type slave;
 file "sec/sec.example.com";
 masters {192.168.23.17;};
};
Notes:
  1. The master DNS for each zone is defined in the 'masters' statement of the zone clause and allows slaves to refresh their zone record when the 'expiry' parameter of the SOA Record is reached. If a slave cannot reach the master DNS when the 'expiry' time has been reached it will stop responding to requests for the zone. It will NOT use time-expired data.
  2. The file parameter is optional and allows the slave to write the transferred zone to disc and hence if BIND is restarted before the 'expiry' time the server will use the saved data. In large DNS systems this can save a considerable amount of network traffic.
Assuming NOTIFY is allowed in the master DNS for the zone (the default behaviour) then zone changes are propagated to all the servers defined with NS Records in the zone file. Other acceptable NOTIFY sources can be defined using the allow-notify parameter in named.conf.
Example configuration files for a slave DNS are provided.

Minggu, 21 Agustus 2011

VOIP Menggunakan Asterix

Pada pembahasan kali ini, saya akan mencoba membahas bagaimana suatu software asteriks bisa dijadikan sebagai server VOIP yang akan dipasang di sistem operasi linux, khususnya dalam pembahasan kali ini akan meggunakan linux redhat sebagai OS nya.Asterisk adalah aplikasi open source PBX (Private Branche eXchange) yang memungkinkan komunikasi antar pengguna telepon regular maupun telepon berbasis sip (sip phones). Alamat  sebuah PBX setiap telepon umumnya di konfigurasi sebagai sebuah ekstensi, namun menggunakan fitur yang disediakan Asterisk, setiap ekstensi tidak harus terkait dengan pesawat dengan lokasi fisik tertentu. Dengan demikian pengguna dapat memiliki ekstensi atau pesawat dimana saja di permukaan bumi asalkan tersambung ke internet, dan selama ia memiliki data yang terkonfigurasi baik di salah satu server tersambung internet. Seperti sebuah sistem PBX regular, Asterisk memiliki fitur seperti: Voicemail, conferencing, call distribution dan banyak lainnya. (Tersedia : http://voip-tribox.blogspot.com/2010/02/trixbox-dan-asterisk.html).
Untuk lebih jelasnya, kita langsung melakukan konfigurasi asterisk yang akan dijadikan suatu Server VOIP di linux Redhat. Ikuti langkah-langkah dibawah ini :
Sebelum melakukan konfigurasi asterisk, kita harus mempersiapkan terlebih dahulu kebutuhan sistemnya (hardware/software) :

Sekilas Tentang VOIP


Saat ini di Indonesia maupun di Dunia, telepon merupakan kebutuhan telekomunikasi yang paling utama. Orang bahkan rela mengelurkan sejumlah uang hanya untuk menelepon rekan bisnis maupun koleganya yang terletak di luar kota bahkan negara. Namur dewasa ini, di Indonesia biaya komunikasi cukup mahal.
Karena pada beberapa segmen masyarakat terutama dikalangan bisnis, kebutuhan telpon telepon hampir bisa disamakan dengan kebutuhan manusia akan kebutuhan primer, apakah masyarakat mau meninggalkan atau mengurangi kebiasaan menelpon terutama dengan baiknya biaya pulsa dari Operator Telepon saat ini ¿ Apabila tidak, adakah alternatif lain untuk melakukan percakapan telepon dengan biaya murah ¿
            Saat ini Internet tidak hanya dipergunakan untuk browsing atau berkirim e-mail saja, tetapi sudah dimanfaatkan sebagai saluran telepon dengan biaya yang Sangat murah. Statu harapan baru apalagi biaya telepon di Indonesia termasuk mahal, baik itu telepon PSTN (public switch telephony network) maupun telepon selular (phoncell).
            JARINGAN Internet bukan hanya untuk menyebarkan informasi berupa teks atau gambar. Kini, jaringan ini bisa dimanfaatkan sebagi alat transmisi suatu dengan teknologi Voice over Internet Protokol (VoIP). Sebelumnya, untuk percakapan jarak jauh yang menggunakan jalur Internet dibutuhkan paket perangkat lunak, seperti NetMeeting buatan Microsoft atau sejenisnya. Perangkat lunak ini harus ada di masing-masing pengguna komputer pribadi untuk melakukan percakapan jarak jauh secara bebas di jaringan Internet. 

Sekilas Tentang DNS


DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. Dalam berkomunikasi, antar komputer sudah cukup dengan menggunakan alamat ip. Namun untuk manusia diperlukan sebuah nama untuk saling kenal dan oleh karena itu DNS ada. Manusia tidak mudah mengingat alamat ip yang terdiri angka dibandingkan sebuah nama.
DNS adalah sebuah aplikasi untuk menukarkan nama komputer ke alamat ip dan sebaliknya. DNS diimplementasikan oleh sebuah software bernama BIND (Berkeley Internet Name Domain). BIND dalam pekerjaan sehari-hari dinamakan named. DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

QOS


Ketika kita pertama kali mendengar kata QoS atau Quality of Service kita pasti mengartikannya sebagai kualitas dari suatu pelayanan. Sebenarnya, Quality of Service (QoS) sangat popular  dan menyimpan banyak istilah yang sangat sering dilihat dari perspektif yang berbeda yaitu dari segi jaringan (networking), pengembangan aplikasi (application development) dan lain sebagainya.

Dari segi networking, QoS mengacu kepada kemampuan memberikan pelayanan berbeda kepada lalulintas jaringan dengan kelas-kelas yang berbeda. Tujuan akhir dari QoS adalah memberikan network service yang lebih baik dan terencana dengan dedicated bandwith, jitter dan latency yang terkontrol dan meningkatkan loss karakteristik. Atau QoS adalah kemampuan dalam menjamin pengiriman arus data penting atau dengan kata lain kumpulan dari berbagai kriteria performansi yang menentukan tingkat kepuasan penggunaan suatu layanan.

Quality of Service (disingkat menjadi QoS) merupakan mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Quality_of_Service)
Quality of Service (QoS) refers to the capability of a network to provide better service to selected network traffic over various technologies, including Frame Relay, Asynchronous Transfer Mode (ATM), Ethernet and 802.1 networks, SONET, and IP-routed networks that may use any or all of these underlying technologies. The primary goal of QoS is to provide priority including dedicated bandwidth, controlled jitter and latency (required by some real-time and interactive traffic), and improved loss characteristics. Also important is making sure that providing priority for one or more flows does not make other flows fail. QoS technologies provide the elemental building blocks that will be used for future business applications in campus, WAN, and service provider networks.

Bandwith


 Pengertian Bandwidth
   Bandwidth / Lebar pita (
bahasa Inggris: bandwidth) dalam teknologi komunikasi adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan frekuensi tertinggi dalam rentang tertentu. Sebagai contoh, line telepon memiliki bandwidth 3000Hz (Hertz), yang merupakan rentang antara frekuensi tertinggi (3300Hz) dan frekuensi terendah (300Hz) yang dapat dilewati oleh line telepon ini.
 Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.

   Bandwidth (lebarpita) dalam ilmu computer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik). Perhatikan bahwa bandwidth yang tertera komunikasi nirkabel, modem transmisi data, komunikasi digital, elektronik, dll, adalah bandwidth yang mengacu pada sinyal analog yang diukur dalam satuan hertz (makna asli dari istilah tersebut) yang lebih tepat ditulis bitrate daripada bits per second.

   Dalam dunia web hosting, bandwidth capacity (kapasitas lebarpita) diartikan sebagai nilai maksimum besaran transfer data (tulisan, gambar, video, suara, dan lainnya) yang terjadi antara server hosting dengan komputer klien dalam suatu periode tertentu. Contohnya 5 GB per bulan, yang artinya besaran maksimal transfer data yang bisa dilakukan oleh seluruh klien adalah 5 GB, jika bandwidth habis maka website tidak dapat dibuka sampai dengan bulan baru. Semakin banyak fitur di dalam website seperti gambar, video, suara, dan lainnya, maka semakin banyak bandwidth yang akan terpakai.

Rabu, 17 Agustus 2011

Bandwidth


 Pengertian Bandwidth???


  Bandwidth / Lebar pita (bahasa Inggris: bandwidth) dalam teknologi komunikasi adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan frekuensi tertinggi dalam rentang tertentu. Sebagai contoh, line telepon memiliki bandwidth 3000Hz (Hertz), yang merupakan rentang antara frekuensi tertinggi (3300Hz) dan frekuensi terendah (300Hz) yang dapat dilewati oleh line telepon ini.




 
Pengertian Bandwidth
   Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.

   Bandwidth (lebarpita) dalam ilmu computer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik). Perhatikan bahwa bandwidth yang tertera komunikasi nirkabel, modem transmisi data, komunikasi digital, elektronik, dll, adalah bandwidth yang mengacu pada sinyal analog yang diukur dalam satuan hertz (makna asli dari istilah tersebut) yang lebih tepat ditulis bitrate daripada bits per second.

VoIP


BAB I  PENDAHULUAN  

Saat ini di Indonesia maupun di Dunia, telepon merupakan kebutuhan telekomunikasi yang paling utama. Orang bahkan rela mengelurkan sejumlah uang hanya untuk menelepon rekan bisnis maupun koleganya yang terletak di luar kota bahkan negara. Namur dewasa ini, di Indonesia biaya komunikasi cukup mahal.
Karena pada beberapa segmen masyarakat terutama dikalangan bisnis, kebutuhan telpon telepon hampir bisa disamakan dengan kebutuhan manusia akan kebutuhan primer, apakah masyarakat mau meninggalkan atau mengurangi kebiasaan menelpon terutama dengan baiknya biaya pulsa dari Operator Telepon saat ini ¿ Apabila tidak, adakah alternatif lain untuk melakukan percakapan telepon dengan biaya murah ¿
            Saat ini Internet tidak hanya dipergunakan untuk browsing atau berkirim e-mail saja, tetapi sudah dimanfaatkan sebagai saluran telepon dengan biaya yang Sangat murah. Statu harapan baru apalagi biaya telepon di Indonesia termasuk mahal, baik itu telepon PSTN (public switch telephony network) maupun telepon selular (phoncell).

Instalasi dan konfigurasi DNS Server dengan Bind9 pada ubuntu server 9.10


Pada artikel sebelumnya saya sudah bahas cara instalasi Apache, MySql dan PHP. sekarang saya ingin melanjutkan dengan cara istalasi dan konfigurasi Bind9 agar dapat menjadi DNS server lokal pada jaringan (LAN) anda.
Parameter yang saya gunakan kali ini :
Nama Host : websaya.com
IP Host : 10.0.0.253
langsung saja saya mulai langkah-langkah untuk melakukan instalasi dan konfigurasi Bind9 sebagai DNS server lokal :
Install bind dengan perintah :

$ sudo aptitude install bind9
$ sudo nano /etc/bind/named.conf

Jumat, 29 Juli 2011

Jenis-Jenis Aplikasi Server

1. Web Server
    Menurut Wikipedia, Web Server atau Server web merupakan sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Jadi, pada dasarnya web server hanyalah sebuah perangkat lunak yang bisa saja berada di komputer apapun dengan spesifikasi apapun. PC biasapun dapat berfungsi sebagai web server.
Karena web server hanyalah suatu perangkat lunak, saat ini banyak pilihan yang dapat kita pilih. Mulai dari yang gratis (free) sampai yang berbayar, mulai dari yang kompleks sampai yang bisa berjalan di CD. Beberapa diantaranya yang cukup banyak digunakan adalah Apache Web Server, Internet Information Services (IIS), Xitami, PWS, dsb.

Bagaimana Cara Kerja Web Server?
    Lalu bagaimana prinsip atau cara kerja web server itu sendiri? Cukup sederhana untuk dipahami, karena pada dasarnya tugas web server hanya ada 2 (dua), yaitu:
1. Menerima permintaan (request) dari client, dan
2. Mengirimkan apa yang diminta oleh client (response).


2. Proxy Server
    Proxy server adalah adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet (Onno,2009; Yudi,2010; Wikipedia,2010). Namun disamping bertindak sebagai komputer lain, Nurwijayanto (2010) juga menambahkan, proxy server dapat membantu client mempertahankan privasinya didalam mengakses internet. Proxy server juga memiliki pengertian adalah suatu server yang bekerja pada suatu layer aplikasi didalam jaringan internet atau intranet (Anonim,2009).

    Cara kerja proxy server adalah client yang tersambung dengan proxy server dan meminta layanan tertentu seperti file, koneksi, akses web page, ataupun lainnya. Proxy server yang digunakan akan mengevaluasi permintaan layanan tersebut sesuai dengan aturan filternya. Sebagai contoh, proxy server dapat menyaring traffic berdasarkan IP (Internet Protocol) address. Jika permintaan itu divalidasi oleh fiternya, maka proxy akan menyediakan apa yang diminta dengan menyambung ke server yang diminta dan meminta layanan dari server tersebut untuk clientnya (Nurwijayanto, 2010; Yudi, 2010).
Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan (Onno,2009; Yudi dan Wikipedia, 2010). Proxy server beroperasi pada layer Aplikasisebagai proxy dan juga beroperasi pada level sirkuit (Anonim,2009).

    Kegunaan dan fungsi dari proxy server adalah untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik dan sebagai firewall (Onno,2009; Yudi dan Wikipedia, 2010). Sedangkan Nurwijayanto (2010) menambahkan dan mendefinisikan fungsi proxy server dengan lebih jelas yaitu : menyembunyikan server tertentu dari publik demi keamanan; mempercepat akses ke resources yang diperlukan; membuka situs-situs yang diblokir ditempat-tempat seperti sekolah, kantor, dan sebagainya; melewati kontrol keamanan/parental; dan melindungi identitas saat sedang online. ada 3 fungsi utama dari proxy server yaitu : Connection Sharing, Filtering, dan Caching terhadap web server yang di request oleh client (Anonim,2009).


3. DHCP
    DHCP kepanjangan dari Dynamic Host Control Protocol berguna untuk mudahkan pengaturan alamat ip pada sebuah jaringan komputer. DHCP bekerja pada sebuah server yang akan mendengarkan permintaan alamat ip dan mengalokasikannya sesuai dengan range tertentu. Pada jaringan besar, DHCP berguna karena mempermudah pengaturan dan menghilangkan kemungkinan bentroknya nomor
ip.

Prinsip Kerja DHCP Server
    DHCP membaca file /etc/dhcp.conf sewaktu memulai. Dari file konfigurasi tersebut terdaftar alamat ip yang akan disewakan. Daftar ini kemudian diload ke memori. Sewaktu ada permintaan alamat ip dari client, dhcpd memberikannya sesuai dengan yang ada dalam daftar. Setiap sewa alamat ip mempunyai batas waktu, bisa diset untuk per jam per hari bahkan per minggu. Pada saat batas waktu semakin dekat, client diperingatkan untuk memperpanjang waktu sewanya. Bila ternyata batas waktu telah terlewati dan client tidak memperpanjang, maka alamat tersebut tidak boleh disewa lagi untuk client yang sama.