Protokol jaringan adalah aturan-aturan atau tatacara yang digunakan dalam melaksanakan pertukaran data dalam sebuah jaringan. Protokol mengurusi segala hal dalam komunikasi data, mulai dari kemungkinan perbedaan format data yang dipertukarkan hingga ke masalah koneksi listrik dalam jaringan. Dalam suatu jaringan komputer, terjadi sebuah proses komunikasi antar entiti atau perangkat yang berlainan sistemnya. Entiti atau perangkat ini adalah segala sesuatu yang mampu menerima dan mengirim. Untuk berkomunikasi mengirim dan menerima antara dua entiti dibutuhkan saling-pengertian di antara kedua belah pihak. Pengertian inilah yang dikatakan sebagai protokol. Jadi protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data.
Protokol mendefinisikan apa yang dikomunikasikan bagaimana dan kapan terjadinya komunikasi. Elemen-elemen penting daripada protokol adalah : syntax, semantics dan timing.
* Syntax mengacu pada struktur atau format data, yang mana dalam urutan tampilannya memiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri.
Sinyal yang berbentuk analog, juga dapat ditransmisikan melalui udara, seperti misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari Amplitude Modulation, dapat menangkap sinyal pada frekwensi yang sama, dan dengan kekuatan dan amplitude yang dimilikinya, dapatlah menggerakkan informasi kearah yang dituju.
Pemancar Radio-FM /Station Televisi.
Pemancar radio-FM dan station televisi juga dapat digunakan untuk menyalurkan gelombang analog. Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar Radio-FM (Frekwensi Modulation) akan mendiami gelombang antara 54 hingga 806 megahertz (millions of cycles per second)
Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.
Bagian-bagian fiber optik
Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan. Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core). Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.
Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yangada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnyaberbagai pengembangan teknologi jaringan itu sendiri. Seiring dengan semakin
tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang menginginkan suatu bentuk jaringan yang dapat memberikan hasil maksimal baikdari segi efisiensi maupun peningkatan keamanan jaringan itu sendiri.Berlandaskan pada keinginan-keinginan tersebut, maka upaya-upaya penyempurnaan
terus dilakukan oleh berbagai pihak. Dengan memanfaatkan berbagai tekhnik khususnya teknik subnetting dan penggunaan hardware yang lebih baik(antara lain switch) maka muncullah konsep Virtual Local Area Network (VLAN)yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding Local area Network (LAN).
Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP, Merupakan bagian dari standard IEEE 802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai protocol untuk pengaturan koneksi dengan menggunakan algoritma spanning tree.
Kelebihan STP dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.
Loop terjadi bila ada route/jalur alternative di antara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, STP membuat status jalur back up menjadi stand by atau diblock. STP hanya membolehkan satu jalur yang active (fungsi pencegahan loop) di antara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalur utama terputus.
Bila "cost" STP berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning tree mengubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by.
Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.
VTP adalah suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran
switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar
yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
Di dalam artikel VLAN pada beberapa edisi sebelumnya, Anda telah melihat konsep VLAN dan juga VLAN tagging protocol seperti ISL. Jika Anda ingat kembali, tujuan mengonfigurasi VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.
VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Kelemahan cara ini adalah banyaknya port switch yang menghubungkan switch tersebut. Cara ini juga lebih manual, membutuhkan lebih banyak waktu, dan sulit untuk dikelola. Oleh karena itu, muncullah VLAN trunking yang bertujuan untuk menghubungkan switch dengan interlink (uplink) kecepatan tinggi, dan beberapa VLAN dapat berbagi satu kabel.
Trunk link tidak dibuat untuk satu VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link. Adalah mungkin untuk menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah dengan cepat. Cara yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk membedakan kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode untuk mengidentifikasi frame setiap LAN.
"Virtual LAN atau disingkat dengan VLAN. Di dalam switch LAN, suatu fitur yang menggunakan standar 802.1Q. Fitur pada switch LAN ini, suatu port berjalan jika jika ada yang menuju segmen yang sama. Istilah lainnya pada fitur ini adalah V Segmen atau virtual segmen. Suatu device atau user yang pertukaran informasinya cukup banyak, biasa menempatkan informasinya pada segmen yang sama. Tujuannya adalah agar membantu operasi switch LAN berjalan dengan efisien, dengan cara memelihara isi informasi dari suatu trafik dengan port yang spesifik. Konsep utama dari VLAN ini adalah dengan cara menempatkan data berdasarkan penempatan port."
Fitur VLAN terdapat pada Switch yang manageable contoh : Switch Cisco Catalyst
VLAN ini berfungsi untuk mengelompokan/mengsegmentasi suatu jaringan menjadi lebih kecil untuk mengurangi beban kerja Switch tersebut
Pada kali ini kita akan mencoba mengkonfigurasi VLAN menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer
kita akan menggunakan 1 buah Router yang dimana interface pada Router ini akan disubinterfacekan,
"Kenapa harus menggunakan Router ?"
karena IP Network pada setiap VLAN berbeda, maka untuk menghubungkannya,kita membutuhkan sebuah Router.
"Kenapa harus disubinterface ?"
Jika diimplementasikan pada keadaan nyata, harga sebuah interface tersebut mahal sekali, maka dari itu fungsi subinterface adalah membagi sebuah interface menjadi beberapa subinterface hanya dengan 1 buah interface fisik saja.
VTP Domain
Apa itu VTP Domain, apa c fungsinya. Ok disini di jelasin apa itu VTP Domain. VTP Domain adalah sekelompok Switch yang akan berbagi informasi VTP di dalam satu domain. Setiap switch hanya mempunyai satu domain management, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP management domain manapun.
Klo lo mau bikin switch bisa jadi salah satu bagian dari suatu VTP Management domain, setiap switch haruslah di konfigurasi satu dari 3 mode VTP yang ada. Setiap modem yang lo pilih bakalan menentukan bagaimana switch berinteraksi dengan switch VTP yang laen di dalam satu domain. Modem VTP yang ada di switch cisco dalah SERVER, CLIENT dan TRANSPARANT tapi w Cuma gunain 2 aja Server dan Client.
1. Mode Server
VTP server mempunyai full control atas management VLAN dan Domain. Semua informasi VTP bakalan di sebar ke switch lainnya dalam Core domain, sementara semua informasi VTP akan di sinkronisasikan ke switch lainya. Defaultnya c switch dalam kondisi sebagai VTP server dan minimal dalam setial VTP Doamain harus punya Core server supaya bisa modifikasi VLAN baik itu delete, create ataupun edit dan juga agar bisa ngebroadcast informasi VLAN ke switch yang laen.
VLAN merupakan pendekatan switching yang sangat membantu kinerja dari jaringan karena bisa memperkecil broadcast domain. VLAN melakukan segmentasi pada layer 3, Pengalamatan IP dalam subnetting.
Berikut ini diberikan sedikit command untuk konfigurasi dasar VLAN pada Swicth Cisco Catalyst Langkah 1:Membuat VLAN
(secara default, hanya ada satu VLAN, yaitu VLAN 1)
syntax
Switch#configure terminal
Switch(config)#vlan NomorVLAN
Switch(config-vlan)#name NamaVLAN
contoh: untukmembuat VLAN dengan ID nomor 10 nama marketing.
Switch#configure terminal
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name marketing
Switch(config-vlan)#end Langkah 2: Verifikasi VLAN yang sudah dibuat:
Command: Switch#sh vlan brief
ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah adalah protokol jaringan yang berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data + 5 byte header). Secara teknis, ATM dapat dianggap suatu evolusi dari packet switching. Seperti transfer data pada packet switching ATM mengintegrasikan fungsi multiplexing dan switching. ATM memungkinkan komunikasi antara perangkat yang beroperasi pada kecepatan yang berbeda. Tidak seperti packet switching, ATM dirancang untuk kinerja tinggi pada jaringan multimedia.
·KARAKTERISTIK ATM
oPada basis link to link tidak menggunakan proteksi error dan flow control.
Pada ATM proteksi error dapat diabaikan karena didasarkan saat ini link-link dalam network memiliki kualitas yang sangat tinggi, sehingga error control cukup dilakukan end to end saja. Flow control juga tidak dilakukan dalam ATM network karena dengan pengaturan alokasi resource dan dimensioning queue yang tepat maka kejadian queue overflow yang menyebabkan hilangnya paket dapat ditekan. Sehingga probabilitas packet loss antara 10-8 sampai dengan 10-12 dapat dicapai.
Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.
Kategori
Kegunaan
Category 1 (Cat1)
Kualitas suara analog
Category 2 (Cat2)
Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik
Category 3 (Cat3)
Transmisi data digital hingga 10 megabit per detik
Category 4 (Cat4)
Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik
Category 5 (Cat5)
Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Enhanced Category 5 (Cat5e)
Transmisi data digital hingga 250 megabit per detik
Category 6 (Cat6)
Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e
Category 6a
Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps
Category 7 (Cat7)
di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.
Di antara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet.
Kabel UTP kategori 1 pertama diperkenalkan sebelum tahun 1983, mempunyai fungsi untuk menghubungkan telefon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel ini tidak cocok jika diterapkan untuk transmisi data digital pada jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut. Kemudian pada tahun 1990-an baru seluruh jaringan yang berada di Amerika menggunakan kabel UTP untuk kepentingan komunikasi dan transfer data digital.
B. Pengertian
Kabel UTP atau Unshielded Twisted-Pair merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan untuk membuat jaringan lokal atau network komputer yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak ada selubung pembungkus luarnya. Di dalamnya terdapat 4 pasang kabel yang setiap pasangnya dipilin (biasa dijumpai pada kabel UTP kategori 5 & 5e pada jaringan berbasis teknologi Ethernet).
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori.
C. Fungsi dan Kategori
Pada dasarnya kabel UTP mempunyai fungsi sebagai media transmisi data baik berupa data analog maupun data digital, implementasinya bisa dilihat pada transmisi data pada komunikasi lewat telpon dan transmisi data pada jaringan komputer Ethernet.
Kabel UTP di kategorikan berdasarkan kemampuan transmisi data yang dimililinya. Adapun beberapa macam kategori tersebut adalah sebagai berikut:
Type Cat 1
Transmisi suara Analog saja (biasanya digunakan di perangkat telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN –integrated service digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon, namun belum dapat dipakai untuk transmisi data digital pada jaringan komputer).
Type Cat 2
Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik, (sering digunakan pada topologi token ring). Kabel tipe ini tidak cocok jika diterapkan pada jaringan saat ini, karena konsep dan karakteristik kelistrikannya yang kurang mendukung.
Type Cat 3
Transmisi komunikasi data dan suara pada rate 10Mbps walau ada yang mengatakan kecepatan transfer maksimal bisa mencapai 16
Type Cat 4
Mendukung komunikasi data dan suara dengan kecepatan 16-20 Mbps. (kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.)
Type Cat 5
Mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik dan sudah distandarisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT).
Type Cat 5 Enhanced (Cat 5e)
Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet
Type Cat 6
Kabel kategori ini lebih direkomendasikan untuk jaringan Gigabit Ethernet, karena kemamampuannya lebih baik dari kabel Kategori 5e, mendukung komunikasi data dan suara mencapai 2,5 Gigabit Ethernet sampai 100 meter atau 10 Gbps sampai 25 meter. 20,2 db (Gigabit Ethernet)
Type Cat 7
Mirip dengan kategori Cat 6 hanya saja ada kenaikan 0,6 db yaitu dari 20,2 db menjadi 20,8 db (Gigabit Ethernet)
Pada twisted pair (10BaseT) network, komputer disusun membentuk pola Star, tiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang terpusat pada HUB. Twisted pair umumnya reliable dibanding thin coax, karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.
Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas lilitan (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa). Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.
D. Sistem Pengkabelan
Pada jaringan lokal atau network dan jaringan Ethernet pada saat ini biasanya menggunakan kabel UTP Cat 5 atau Cat 5e, hal ini yang paling disarankan karena memang Cat5 dan Cat5e paling reliable dan memiliki kompabilitas paling tinggi, baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Konektor yang dapat digunakan untuk kategori 5 dan 5e adalah RJ-45. Untuk penggunaan koneksi, terdapat dua sistem pengkabelan, yakni Crossover cable dan Straight cable. Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Kabel Crossover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama (komputer dengan komputer lainnya, hub dengan hub yang lainnya, dan lain-lain), sementara kabel Straight digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda misalnya menghubungkan komputer dengan hub atau komputer dengan switch.
Untuk kebutuhan straight cable berarti tiap ujung kabel menggunakan 1 tipe susunan kabel, misal menggunakan susunan yang A, berarti ujung yang lain juga menggunakan susunan yang A, begitu pula dengan susunan B.
Untuk crossover cable ujung yang satu dengan ujung yang lain harus berbeda, misal ujung satu menggunakan A, maka ujung yang lain menggunakan susunan yang B, begitu sebaliknya.
Pada dasarnya untuk standar susunan kable crossover menerapkan dasar yang dijelaskan tabel dibawah ini:
Softswitch merupakan istilah generik untuk pendekatan baru teknologi switching. Softswitch dikembangkan oleh International Softswitch Consortium (ISC). ISC mendefinisikan softswitch sebagai arsitektur terbuka dan terdistribusi yang memungkinkan jaringan mendukung layanan suara, data, dan multimedia dari perangkat pelanggan ke jaringan inti dan mendukung interworking jaringan dengan aplikasi yang dapat menyediakan kombinasi layanan suara, data dan multimedia tersebut.
Softswitch merupakan teknologi komunikasi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan suara, data, dan multimedia secara terpadu. Selain itu softswitch juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan PSTN dalam bermigrasi menuju jaringan data. Sebagai konsep yang baru, softswitch juga diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi berbagai permasalahan yang timbul pada PSTN, baik secara teknis maupun non teknis.
Seperti yang saya sebutkan di atas, Softswitch merupakan istilah yang generik, maka muncullah beberapa pengertian yang didefinisikan oleh beberapa vendor atau badan standarisasi. Definisi softswitch menurut ISC ( International Softswitch Concortium ) adalah suatu perangkat yang memiliki kemampuan paling tidak sebagai berikut:
WAN (Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan/atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang berada di lain kota ataupun negara.
Keuntungan Jaringan WAN.
· Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.
· Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.
· Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.
· Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan.
Konsep Jaringan WAN
Untuk mengoneksikan jaringan WAN kita harus menggunakan alat khusus yang bekerja sebgai pusat layanan, misalnya satelit VSAT. VSAT merupakan jaringan atau sistem komunikasi satelit yang terdiri atas sejumlah stasiun remote (terminal VSAT) dengan menggunakan antena parabola berdiameter lebih kecil dibandingkan dengan komunikasi satelit lainnya, menggunakan sebuah atau sebagian transponder satelit sebagai pengulang (repeater) dengan didukung peralatan pada stasiun dan sebuah stasiun bumi utama.
WAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN yang digabungkan menjadi suatu jaringan baru. Di sini VSAT berperan sebagai media penghubung antara suatu jaringan LAN. Jadi setiap jaringan LAN merupakan stasiun terminal. WAN mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. Pada sebagian besar WAN, jaringannya terdiri dari dua komponen : kabel transmisi dan element switching. Kabel transmisi memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya. Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih.