Jumat, 15 April 2011

Konfigurasi DHCP Server pada Ubuntu

Kemarin ada teman yang meminta tolong untuk membuat server DHCP, kalau pengalaman sih dengan FreeBSD, setelah ditanya ternyata menggunakan linux ubuntu, ya ok lah ndak papa, Pada prinsipnya Server DHCP akan memberikan IP ke client. Konfigurasi DHCP server memiliki 2 metode yang digunakan, pertama Address Poll yang berarti menyiapkan reantang ip tertentu yang siap dipakai oleh Client DHCP, IP address ini bersifat sementara artinya jika Client Restart atau Shutdown maka ketika nyala lagi akan meminta ip ke server dan mungkin akan mendapatkan ip address yang berbeda dengan sebelumnya. seangkan metode kedua, MAC Address yang berarti menggunakan identitas MAC Address dari Netword Card client DHCP, metode ini akan memberikan ip statis yang sudah di seting di server DHCP, sehingga IP client tidak akan berubah.

 
Install Server DHCP di Ubuntu

sudo apt-get install dhcp3-server

Peritah tersebut akan menginstall server DHCP di ubuntu, tidak repot kan.

Konfigurasi Server DHCP
Jika komputer ubuntu anda mempunyai 2 network card, anda pilih salah satu Network card yang digunakan untuk menerima permintaan Ip dari client, atau dalam satu LAN. kemudian anda buka file

Rabu, 13 April 2011

Instalasi dan Konfigurasi NFS


NFS memungkinkan mesin *nix lain untuk mount share folder / file untuk langsung di gunakan. Sangat mudah untuk di setup di Linux.
Pada Linux Ubuntu, instalasi NFS dapat dilakukan menggunakan
# apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Bila kita ingin mengijinkan user di komputer kita men-share folder melalui jaringan, kita perlu juga menginstalasi NFS untuk user menggunakan perintah
# apt-get install nfs-user-server
Setelah NFS terinstall, kita dapat menstart NFS server menggunakan perintah
# /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
Untuk melakukan double cek apakah NFS benar-benar berjalan, kita dapat mencek portmapper menggunakan perintah
# rpcinfo -p | grep nfs
hasilnya kira-kira adalah sebagai berikut
# rpcinfo -p | grep nfs
    100003    2   udp   2049  nfs
    100003    3   udp   2049  nfs
    100003    4   udp   2049  nfs
    100003    2   tcp   2049  nfs
    100003    3   tcp   2049  nfs
    100003    4   tcp   2049  nfs

Konfigurasi NFS Server

NFS: Konfigurasi Server

Pendahuluan

Network File System (NFS) merupakan salah satu layanan jaringan yang banyak digunakan. NFS memungkinkan client untuk menempelkan harddisk yang ada di jaringan.

Skenario

Dalam skenario ini kita akan menempelkan harddisk yang ada di linuxconfig.org (IP address 10.1.1.200) ke client IP address 10.1.1.100).

Persyaratan

Install NFS
apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Pastikan mesin kita mendukung NFS ketik
$ cat /proc/filesystems 
keluar
nodev     nfs
nodev     nfs4
nodev     nfsd

Konfigurasi NFS Client

NFS: Konfigurasi Client

Install paket
apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Cara mount
mount ip-address-server:/folder/share /folder/lokal
mount -t nfs ip-address-server:/folder/share /folder/lokal
mount.nfs ip-address-server:/folder/share /folder/lokal

contoh yang agak rumit

  • Asumsi Server NFS 192.168.0.1
  • Nama Folder /album /iso /media /library /backup /repository /public

mkdir /mnt/album
mkdir /mnt/iso
mkdir /mnt/media
mkdir /mnt/library
mkdir /mnt/backup
mkdir /mnt/repository
mkdir /mnt/public
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/album /mnt/album
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/iso /mnt/iso
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/media /mnt/media
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/library /mnt/library
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/backup /mnt/backup
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/repository /mnt/repository
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/Public /mnt/public

Pranala Menarik

  • NFS: Mempersiapkan Ubuntu Untuk NFS
  • NFS: Konfigurasi Server
  • NFS: Konfigurasi Client
  • NFS: Penggunaan nfswatch
Sumber : www.speedywiki.com

NFS

Network File System

Sistem berkas jaringan (Inggris: network file system disingkat NFS) adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813.
NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.
NFS dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
  • Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit (pada versi sebelumnya, hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja, sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
  • Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya, sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan NFS).
  • Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol lapisan transport UDP atau TCP (pada versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDP sehingga kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN)
  • Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap request yang dilakukan oleh klien.
NFS menggunakan arsitektur protokol jaringan berlapis (layered protocol) yang dibuat berdasarkan model referensi jaringan OSI, seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut.
Lapisan OSI
Protokol NFS
Physical Layer
Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Data-link Layer
Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Network Layer
Transport Layer
Session Layer
Remote Procedure Call (RPC) Protocol
Presentation Layer
Application Layer
Network File System (NFS) dan Network Information System (NIS)