Rabu, 13 April 2011

Konfigurasi NFS Client

NFS: Konfigurasi Client

Install paket
apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
Cara mount
mount ip-address-server:/folder/share /folder/lokal
mount -t nfs ip-address-server:/folder/share /folder/lokal
mount.nfs ip-address-server:/folder/share /folder/lokal

contoh yang agak rumit

  • Asumsi Server NFS 192.168.0.1
  • Nama Folder /album /iso /media /library /backup /repository /public

mkdir /mnt/album
mkdir /mnt/iso
mkdir /mnt/media
mkdir /mnt/library
mkdir /mnt/backup
mkdir /mnt/repository
mkdir /mnt/public
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/album /mnt/album
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/iso /mnt/iso
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/media /mnt/media
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/library /mnt/library
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/backup /mnt/backup
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/repository /mnt/repository
mount -t nfs 192.168.0.1:/nfs/Public /mnt/public

Pranala Menarik

  • NFS: Mempersiapkan Ubuntu Untuk NFS
  • NFS: Konfigurasi Server
  • NFS: Konfigurasi Client
  • NFS: Penggunaan nfswatch
Sumber : www.speedywiki.com

NFS

Network File System

Sistem berkas jaringan (Inggris: network file system disingkat NFS) adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813.
NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.
NFS dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
  • Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit (pada versi sebelumnya, hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja, sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
  • Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya, sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan NFS).
  • Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol lapisan transport UDP atau TCP (pada versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDP sehingga kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN)
  • Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap request yang dilakukan oleh klien.
NFS menggunakan arsitektur protokol jaringan berlapis (layered protocol) yang dibuat berdasarkan model referensi jaringan OSI, seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut.
Lapisan OSI
Protokol NFS
Physical Layer
Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Data-link Layer
Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Network Layer
Transport Layer
Session Layer
Remote Procedure Call (RPC) Protocol
Presentation Layer
Application Layer
Network File System (NFS) dan Network Information System (NIS)

Senin, 04 April 2011

Dynamic Host Configuration Protocol

Dynamic Host Configuration Protocol (DCHP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
Cara Kerja
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

Menginstall dan Konfigurasi DHCP Server di Ubuntu

DHCP Server merupakan sebuah layanan yang dapat memberikan alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien. Berikut ini merupakan langkah – langkah penginstallan dan Konfigurasi DHCP Server di Ubuntu (Ubuntu yang digunakan adalah Ubuntu 9.10) :

Tentang DHCP Server

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol.
DHCP memiliki kegunaan besar dalam suatu jaringan komputer. DHCP digunakan agar komputer-komputer yang terdapat pada suatu jaringan komputer bisa mengambil konfigurasi (baik itu IP address, DNS address dan lain sebagainya) bagi mereka dari suatu server DHCP. Intinya dengan adanya DHCP maka akan mampu mengurangi pekerjaan dalam mengadministrasi suatu jaringan komputer berbasis IP yang besar. Misalkan kita ingin memasang jaringan 1000 komputer, kita tak perlu mensetting IP address satu persatu, cukup lewat DHCP.